Minggu, 25 Januari 2009

Indonesia: Bangsa yang Akrab dengan Kekerasan?


Melihat situasi bangsa ini dengan berbagai macam persoalan yang tak kunjung henti, kita semua mengharapkan datangnya era baru yang semakin cerah dan damai. Peristiwa Kekerasan yang silih berganti di negeri ini seperti halnya peristiwa FPI di Monas itu menjadi salah satu bagian dari realitas bangsa ini. Sudah sekian lama bangsa ini akrab dengan yang namanya kekerasan. Ingat peristiwa proklamasi kemerdekaan pun diawali dengan paksaan oleh Kaum Muda kepada Soekarno-Hatta di Rengasdengklok, lantas lahirnya Orde Baru tahun 1966 pun harus dibaptis dengan darah ribuan rakyat yang disebut PKI. Kekerasan yang mengawali lahirnya sebuah orde pemerintahan di negeri ini pun berlanjut saat Reformasi 1998 disertai dengan kerusuhan yang mengakibatkan banyak korban (baik yang terbunuh maupun mengalami kekerasan seksual). Lantas muncul kelompok-kelompok garis keras dari suatu golongan tertentu berdasarkan keyakinan suatu agama yang tampak dalam ide perjuangan berwujud terorisme (Bom Bali I, II, dan bom-bom yang lainnya). Masih ada juga tokoh-tokoh/aktivis HAM yang hilang atau terbunuh seperti Munir, Udin, Marsinah, Wiji Thukul, dsb. Kapankah semua kekerasan yang ada di negeri ini berakhir? Apakah untuk mencapai keadaan damai harus disertai dan didahului dengan perang?
semoga dengan adanya kemajuan media sekarang ini, kita semakin menjadi pribadi-pribadi yang mengedepankan 'duduk' bersama, menghargai kedamaian dan dialog, demokrasi dan penghargaan terhadap keragaman. dengan demikian, Matahari kan selalu bersinar cerah untuk kita semua yang hidup dalam sebuah bangsa bernama Indonesia.
Salam anti-kekerasan

0 komentar: